Aku dan Sosialisasiku

       "Dari kami untuk semua yang membutuhkan", itulah kata-kata yang muncul dalam pikiranku sewaktu aku akan memulai sebuah pengalaman baru di masa SMA ku ini. Sekolahku, SMA Negeri 3 Bandung. Sekolahku yang sangat ku banggakan atas prestasi yang dimilikinya dan juga lingkungannya yang sangat erat dengan nilai religius dan sosial. Kegiatan-kegiatan diluar KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) dan ujian-ujian yang sangat melelahkan. Aku menyukai sekolah, bukan karena aku suka belajar. Aku suka bersosialisasi dengan orang-orang karena dari situ aku dapat mengetahui pembelajaran yang baru yang didapatkan dari banyak pihak dan juga sebuah tantangan hidup dimana kita harus memiliki sifat yang fleksibel bila ingin diterima disemua pihak. Sifat fleksibel yang aku maksud bukan berarti memiliki dua muka atau lainnya, artinya adalah kita harus menyesuaikan posisi kita dengan semua sifat orang. Di dunia ini tidaklah ada manusia yang memiliki kesamaan sangat rinci, jadi kita harus menerima sifat mereka dan menuntun mereka untuk mengubah sifat yang buruk. SMA 3 sangat erat dengan kegiatan sosialnya, aku sangat menyukai hari dimana kita menghabiskan waktu bersama alam. Aku menyukai alam karena alam dapat membatu diriku mencerna pikiran lebih bijak dan menjadi pribadi yang bersyukur dan percaya atas keberadaan Allah swt. 
         Kegiatan alam yang aku sukai adalah Camping Pramuka 3 (Camprt). Walaupun isi materi dan jalannya acara sedikit membosankan, tapi dapat mengobati rasa kepenatan karena kami 2 hari 1 malam bersama teman-teman dan menjadi diri sendiri, ibu, pembantu dalam hari itu. Setiap semester aku jalani Camprt yang terlaksana, namun aku tidak tahu menau sangat menyukai perkemahan di semester 3 yang dilaksanakan di Natural Hill Lembang. Tempat itu tidaklah hanya tempat berkemah namun juga tempat rekreasi menikmati aliran air terjun yang cukup bagus. 
          Salah satu lagi kegiatan yang sangat aku tunggu saat aku naik kelas ke kelas 11 adalah Bakti Desa atau BAKDES. Akhirnya, setelah aku melewati 18 bulan di penjara masa remaja ini aku menikmati suasana kembali menjadi penduduk yang belum terkontaminasi masa modern. Penduduk yang hanya tahu menanam, beribadah, dan mencari nafkah. Aku dan kawan-kawan 32019 melakukan aktivitas sosial ini di Desa Resmitingal yang berada tak jauh dari Baleendah, yaitu Ciparay atau Sukamaju. Di sana aku dilatih untuk menjadi pribadi yang menghargai semua yang dimiliki karena aku dan kawan-kawan se rumah haruslah mengikuti kebiasaan warga desa dan orang tua angkat kami. Aku dan yang lain berubah menjadi lebih rajin bersih-bersih dan berkomunikasi dengan baik. Kami melakukan sharing tentang kehidupan di desa yang kami singgahi. 
          Dalam aktivitas ini banyaklah hal yang aku pelajari dan membuat diriku menjadi pribadi yang lebih bersyukur akan segala yang telah aku miliki. Aku mengerti mengapa aku haruslah belajar sungguh-sungguh dan aku harus peka terhadap sekitar. Aku sangat suka bersosialisasi karena aku dapat menemukan hal-hal baru walaupun aku sendiri tidak begitu suka hal baru. Aku suka bersosialisasi dan membantu orang banyak. Dalam acara ini, aku membantu banyak hal dan aku sangat menyukai saat hasil yang telah aku lakukan ini diterima dan menjadi nilai positif di mata orang banyak. Namun, aku sangat sedih saat ini orang yang dekat denganku mungkin menganggap diriku hanyalah pelajar yang bergantung padanya yang tidak pantas lebih tahu dari dia. Aku tidak apa-apa, namun kamu tidaklah pantas berpikiran seperti itu. Aku suka membantu banyak orang selagi aku mampu karena itu aku ingin menjadi dokter. Dokter merupakan pekerjaan mulia yang orang tuaku inginkan. Aku menjadi dokter bukanlah ingin mendapatkan kekayaan yang berlimpah karena kekayaan akan datang mengalir deras bila kita berusaha dan yakin serta berdo'a. Mungkin hanya saja belum waktu aku menjadi pribadi yang dilihat oleh teman dekatku itu sebagai pribadi yang baik.
             Aku bersyukur dapat menjadi bagian dari warga tiga dan melakukan aktivitas sosial dengan bakti desa 2017.

Komentar