Penulis merupakan seorang pelajar berumur 17 tahun yang lahir pada tanggal 17 April 2001. Salsabilla Salaf, itulah namaku. Aku terbiasa dipanggil Salsa saat aku TK sampai SD, namun sekarang aku lebih sering dipanggil Sabil. Jadi, biasakan panggil aku Sabil ya! Ibuku melahirkanku dengan keadaan normal dan aku dilahirkan di Rumah Sakit Hasan Sadikin. Menurut cerita, ibu dari penulis ini saat melahirkan dibantu oleh seorang dokter yang merupakan pakdeku, namanya Prof. dr. Herman Susanto, Sp. OG (K). Dia seorang dokter obgyn. Ayahku bernama Sahadi, dia orang Jowo asli, tepatnya orang Jogja. Tapi, dia lahir dan besar di Ketapang, Sumatera Selatan. Ayahku merupakan orang paling pemberani yang pernah aku temui, sejak berumur 15 tahun ia meninggalkan Sumatera Selatan dan pergi ke Jogja untuk melanjutkan SMA nya. Keren! Lalu, ia kuliah dengan biaya hasil kerjanya. Mandiri banget. Lalu, ayahku seorang teknik pangan dan dia sekarang kerja sebagai PNS. Berbeda dengan ibuku, ibuku hanya seorang ibu rumah tangga yang doyan banget foto. Ngga tau kenapa, dia bakalan bete seharian kalau aku dan kakakku ga mau difoto sama dia, ahaha aneh! Ibuku lahir di Cirebon namun besar di Purwokerto. Anita Emilia adalah nama ibuku. Ibuku orang Solo dan Padang, tapi lebih lengket darah Jawanya sih hehe. Ibu dan ayahku bertemu di bis dari Purwokerto menuju Bandung. Dari situlah, ibuku dan ayahku bertemu dan menjadi sepasang suami istri. Aku memiliki kakak yang umurnya beda 8 tahun denganku, namanya Lintang Manik Oro. Dia sekarang sedang mendalami kariernya sebagai seorang arsitek. Dia sangat baik dan pengertian padaku, terkadang dia serasa ibuku dan aku memiliki dua ibu di rumahku hehe (artinya dia rada cerewet, but she's very kind). Dia telah meninggalkan rumah sejak umurku 11 tahun karena dia harus kuliah di Jogja. Dia juga mengajarkan nilai nilai penting dalam hidupku dan dia juga yang membentuk diri Salsabilla yang sekarang. Aku sangat beruntung bisa memiliki kakak yang pengertian dan selalu ingat denganku. Aku dan kakakku berniat ingin membangun rumah bersama dan bisa naik haji bersama ibu dan bapak.
Sekarang lebih spesifik ke kehidupanku selama 17 tahun ini ya.
Awal mula aku lahir, aku lahir dan dibesarkan di Bandung. Aku sangat menyukai Bandung. Bandung serasa memiliki ciri khas tersendiri bagiku. Banyak memori yang terbentuk di kota tua ini. Aku merasa sangat beruntung tinggal di Bandung dan menjadi wargi Bandung. Aku memulai masa kanak kanakku di RA Darul Fikri. Lokasinya berada di komplek rumahku, jadi kalau aku pulang ya tinggal jalan hehe. Aku tidak begitu memiliki memori khusus di taman kanak-kanak itu dan aku juga sudah lupa apa saja yang aku lakukan di sana. Namun, satu kejadian yang paling aku ingat adalah saat hari kelulusan aku bernyanyi lagu perpisahan dan aku menari bersama teman-temanku.
Lalu, aku masuk di Sekolah Dasar Negeri Cibiru 4 Bandung. Bandung coret sih tepatnya. Hehe, aku suka banget sekolah di sana. Mungkin banyak yang mengira sekolahku itu buruk atau tidak ada bandingannya dengan sekolah di pusat kota sana. Itu salah besar, sekolahku itu dahulu sangat terkenal dan menghasilkan bibit bibit muda yang berpotensi. Aku belajar banyak hal dasar dalam pelajaran. Guru guru SDku sangat ambisius dan membuat aku menjadi lebih semangat belajar dan siap menghadapi ujian nasional. Dahulu, aku sangat benci yang namanya mata pelajaran matematika. Namun, ibuku melawan takdir dan menyuruhku untuk les privat matematika. Dan saat itu juga aku akan menghadapi ujian nasional. Aku disuruh les 4x dalam seminggu sampai sampai stok soal di guruku itu sudah habis dan aku harus membeli buku buku baru dan semua itu sudah ku selesaikan. Itu membuat aku sangat mencintai matematika, aku sangat senang dan siap menghadapi UN. Alhamdulillah, semua lancar dan sesuai dengan yang aku inginkan. Awalnya, aku ingin masuk SMPN 8 Bandung karena semua temanku mayoritas ingin bersekolah di sana dan kakakku juga alumni sana. Namun, kakaku menyuruhku untuk masuk SMPN 5 Bandung. Sungguh, aku sangat berterima kasih karena aku bisa masuk sekolah favorit itu. Lalu, saat SMP aku membuat kenangan yang banyak dan aku sangat menikmati masa menengahku. Aku bertemu dengan kawan-kawan yang menjadi saksi hidupku dan juga teman teman perjuanganku menggapai mimpiku. SMP 5 membuat pribadiku yang lebih terbuka dengan sosial dan juga making friends lebih banyak. Setelah itu, aku masuk SMAN 3 Bandung. Di sekolah inilah, aku bertemu dengan beragam jenis sifat manusia dan juga memberikan pandanganku tentang masa depan, menghargai kawan, menghargai orang lebih tua dan juga memperbanyak amal. SMA 3 menjadi tempat aku menghilangkan sifat takut sosialku, sebenarnya saat aku kecil aku terbiasa dibantu oleh kakakku dan membentuk pribadi yang tidak mandiri dan selalu dibantu. Aku pun dulu takut untuk order makanan ataupun pergi sendirian ke toilet sekolah, karena dahulu aku terbiasa dipesankan makanan oleh kakakku atau ibuku dan aku juga takut memulai suatu hal yang bukan di zona nyamanku. Setelah aku searching, itu adalah fase dimana aku takut sosial, takut membuat diriku malu dihadapan banyak orang. Seiring berjalannya waktu, semakin dewasa aku semakin mandiri dan juga lebih bisa menghargai waktu dan juga tidak takut sosial. Aku berterima kasih sekolah di SMA 3 ini dan juga berterima kasih karena kakakku harus merantau sehingga aku harus melakukan semuanya sendiri. Sekitar umur 15 tahun, aku baru bisa terlepas dari phobiaku itu. Sebenernya, aku tidak separah itu ko, aku akan terbiasa apabila sudah lama di lingkungan itu. Dan menururku phobiaku itu tidak parah karena aku orangnya humble dan terbuka dengan orang. Aku juga humoris dan suka dengan jokes. Tapi, aku ga receh. Aku mungkin keliatannya jutek, tapi kalau kamu sudah dekat denganku aku pasti sangat perhatian dengan kamu. Kalau aku perhatian dengan kamu, berarti kita sahabat. Aku juga ga gampang bisa buka hatiku buat seseorang yang spesial karena aku orangnya lumayan tidak terbuka dengan lawan jenis yang tidak memiliki kesamaan denganku atau yang tidak membuatku nyaman dengannya. Aku juga seorang yang hangat dan suka dengan hal hal berbau puisi. Aku sangat menyukai budaya, aku ingin sekali bisa berbahasa Jerman, Jepang, Korea, Arab, dan Cina namun itu sangat sulit. Aku menyukai musik blues dan juga jazz. Aku suka musik yang membuat aku nyaman dan aku tidak begitu suka musik EDM. Aku menyukai drama dan suka sekali dengan alur cerita Itazura Na Kiss dan Meteor Garden. Itu sangat lucu dan konyol. Aku sangat suka dengan mitologi Yunani, aku membaca buku series dari Rick Riordan, Percy Jackson and The Olympians. Itu sangat unik dan kreatif, aku sangat menyukainya. Selain itu, aku juga suka main biola. Musisi klasik paling aku sukai adalah Pyotr Ilyich Tchaikovsky. Lagu yang dia hasilkan berupa irama dansa serta balet. Sangat lucu dan enak dimainkan. Aku mengikuti orkestra kecil ditempat aku les biola dahulu, sangat menyenangkan bisa menjadi bagian dari konser musik seperti itu.
Sekarang lebih spesifik ke kehidupanku selama 17 tahun ini ya.
Awal mula aku lahir, aku lahir dan dibesarkan di Bandung. Aku sangat menyukai Bandung. Bandung serasa memiliki ciri khas tersendiri bagiku. Banyak memori yang terbentuk di kota tua ini. Aku merasa sangat beruntung tinggal di Bandung dan menjadi wargi Bandung. Aku memulai masa kanak kanakku di RA Darul Fikri. Lokasinya berada di komplek rumahku, jadi kalau aku pulang ya tinggal jalan hehe. Aku tidak begitu memiliki memori khusus di taman kanak-kanak itu dan aku juga sudah lupa apa saja yang aku lakukan di sana. Namun, satu kejadian yang paling aku ingat adalah saat hari kelulusan aku bernyanyi lagu perpisahan dan aku menari bersama teman-temanku.
Lalu, aku masuk di Sekolah Dasar Negeri Cibiru 4 Bandung. Bandung coret sih tepatnya. Hehe, aku suka banget sekolah di sana. Mungkin banyak yang mengira sekolahku itu buruk atau tidak ada bandingannya dengan sekolah di pusat kota sana. Itu salah besar, sekolahku itu dahulu sangat terkenal dan menghasilkan bibit bibit muda yang berpotensi. Aku belajar banyak hal dasar dalam pelajaran. Guru guru SDku sangat ambisius dan membuat aku menjadi lebih semangat belajar dan siap menghadapi ujian nasional. Dahulu, aku sangat benci yang namanya mata pelajaran matematika. Namun, ibuku melawan takdir dan menyuruhku untuk les privat matematika. Dan saat itu juga aku akan menghadapi ujian nasional. Aku disuruh les 4x dalam seminggu sampai sampai stok soal di guruku itu sudah habis dan aku harus membeli buku buku baru dan semua itu sudah ku selesaikan. Itu membuat aku sangat mencintai matematika, aku sangat senang dan siap menghadapi UN. Alhamdulillah, semua lancar dan sesuai dengan yang aku inginkan. Awalnya, aku ingin masuk SMPN 8 Bandung karena semua temanku mayoritas ingin bersekolah di sana dan kakakku juga alumni sana. Namun, kakaku menyuruhku untuk masuk SMPN 5 Bandung. Sungguh, aku sangat berterima kasih karena aku bisa masuk sekolah favorit itu. Lalu, saat SMP aku membuat kenangan yang banyak dan aku sangat menikmati masa menengahku. Aku bertemu dengan kawan-kawan yang menjadi saksi hidupku dan juga teman teman perjuanganku menggapai mimpiku. SMP 5 membuat pribadiku yang lebih terbuka dengan sosial dan juga making friends lebih banyak. Setelah itu, aku masuk SMAN 3 Bandung. Di sekolah inilah, aku bertemu dengan beragam jenis sifat manusia dan juga memberikan pandanganku tentang masa depan, menghargai kawan, menghargai orang lebih tua dan juga memperbanyak amal. SMA 3 menjadi tempat aku menghilangkan sifat takut sosialku, sebenarnya saat aku kecil aku terbiasa dibantu oleh kakakku dan membentuk pribadi yang tidak mandiri dan selalu dibantu. Aku pun dulu takut untuk order makanan ataupun pergi sendirian ke toilet sekolah, karena dahulu aku terbiasa dipesankan makanan oleh kakakku atau ibuku dan aku juga takut memulai suatu hal yang bukan di zona nyamanku. Setelah aku searching, itu adalah fase dimana aku takut sosial, takut membuat diriku malu dihadapan banyak orang. Seiring berjalannya waktu, semakin dewasa aku semakin mandiri dan juga lebih bisa menghargai waktu dan juga tidak takut sosial. Aku berterima kasih sekolah di SMA 3 ini dan juga berterima kasih karena kakakku harus merantau sehingga aku harus melakukan semuanya sendiri. Sekitar umur 15 tahun, aku baru bisa terlepas dari phobiaku itu. Sebenernya, aku tidak separah itu ko, aku akan terbiasa apabila sudah lama di lingkungan itu. Dan menururku phobiaku itu tidak parah karena aku orangnya humble dan terbuka dengan orang. Aku juga humoris dan suka dengan jokes. Tapi, aku ga receh. Aku mungkin keliatannya jutek, tapi kalau kamu sudah dekat denganku aku pasti sangat perhatian dengan kamu. Kalau aku perhatian dengan kamu, berarti kita sahabat. Aku juga ga gampang bisa buka hatiku buat seseorang yang spesial karena aku orangnya lumayan tidak terbuka dengan lawan jenis yang tidak memiliki kesamaan denganku atau yang tidak membuatku nyaman dengannya. Aku juga seorang yang hangat dan suka dengan hal hal berbau puisi. Aku sangat menyukai budaya, aku ingin sekali bisa berbahasa Jerman, Jepang, Korea, Arab, dan Cina namun itu sangat sulit. Aku menyukai musik blues dan juga jazz. Aku suka musik yang membuat aku nyaman dan aku tidak begitu suka musik EDM. Aku menyukai drama dan suka sekali dengan alur cerita Itazura Na Kiss dan Meteor Garden. Itu sangat lucu dan konyol. Aku sangat suka dengan mitologi Yunani, aku membaca buku series dari Rick Riordan, Percy Jackson and The Olympians. Itu sangat unik dan kreatif, aku sangat menyukainya. Selain itu, aku juga suka main biola. Musisi klasik paling aku sukai adalah Pyotr Ilyich Tchaikovsky. Lagu yang dia hasilkan berupa irama dansa serta balet. Sangat lucu dan enak dimainkan. Aku mengikuti orkestra kecil ditempat aku les biola dahulu, sangat menyenangkan bisa menjadi bagian dari konser musik seperti itu.
Komentar
Posting Komentar